Kamis, 29 Januari 2015

Puisi dan Syair



KEHENINGAN MALAM
By kiki ,

Hanya ada jalan setapak
Terbentang panjang di depan mata
Hanya ada setitik sinar
Menuntun langkah kaki ku
Sebuah mata air di depan bayang
Bak cermin begitu bening
Mengalir memecah hening malam
Tak mampu menahan tangis
Ketika tanganmu datang
Menuju rembulan malam
Enggan untuk berpisah
Enggan untuk kembali
Tinggallah rasa cinta sejati






Pahlawan Hidupku

Engkau pelik menarik hati
Serupa dara di balik tirai
Sudah lama tidak bertemu
Sepi menyanyi di dalam diri
Kasih yang engkau berikan
Selembut sutera bangsawan
Harum wangi langkah mu
Membangkitkan semangat hidup ku
Dan kini aku berlari
Mengejar nikmatnya hidup ini

CeritaPendek



AKU BUKAN DIA
Cerpen Karya Ikke Nur Vita Sari

Niecha Ariestyani adalah siswi SMA yang sangat baik, dia selalu membantu temannya setiap saat. Dia juga anak yang baik menurut orang tuanya, setiap pagi dia selalu membantu orang tuanya di rumah. Sosok Niecha sangat terkesan baik di mata guru dan sahabat-sahabat terdekatnya.

Sudah 2 tahun ini Niecha merasa bahagia bersama seseorang yang di cintainya. Ariel Aryana adalah siswa yang terkenal di SMU Pramudina. Dia adalah kekasih Niecha sejak kelas IX lalu, betapa bahagia hati Niecha setiap bersamanya. Namun kesedihan selalu meinyelimuti hati Niecha di setiap ia mengingat keadaannya. Dokter telah memvonis Niecha, bahwa ia mengidap penyakit tumor hati. “Ariel, jika suatu saat aku pergi dari hidupmu, jangan sedih dan kecewa. Aku tak mau membuat kamu sedih atas kepergianku!” ucap Niecha saat ada di pelukan Ariel. “Jangan pernah tinggalin aku, aku tak akan sanggup hidup tanpa kamu! Sudahlah sayang, aku tak mau dengar kata-kata itu lagi, selamanya kita akan terus bersama!”. Cinta Ariel dan NIecha adalah cinta sejati, meski dalam keadaan apapun Ariel selalu menenangkan Niecha.


Cinta sejati tak akan pernah hilang, walau nyawa telah melayang. Niecha Ariestyani telah tiada, tumor hati telah merenggut kebahagiaannya. Ariel masih belum bisa menerima keadaan, terlalu banyak kenangan bersama Niecha, “Kenapa kamu harus tinggalin aku seperti ini cha, aku tak pernah menyangka kau akan pergi secepat ini. Aku sangat mencintai kamu, dan aku tak kan sanggup hidup tanpamu!”. Begitu berat rasanya Ariel merelakan kepergian Niecha, ia masih sangat mencintai Niecha dan baginya tak kan ada orang lain yang mampu menggantikan Niecha.

1 tahun kemudian. . . .
Ariel masih mencintai Niecha seperti dulu, meski kini ia mulai mencari seseorang yang bisa mencintainya seperti Niecha. Telah lama dia mencari dan mencari seseorang yang baik, tapi ia belum menemukannya. Entah sampai kapan pencarian ini akan dia lakukan, dia selalu percaya akan ada seseorang yang bisa menggantikan sosok Niecha di hatinya. Ariel memang masih menyimpan sejuta cinta untuk Niecha, walaupun saat ini ia ingin mencari seseorang yang dapat menggantikan Niecha di hatinya.

Kelulusan sudah di umumkan, Ariel mendapat nilai terbaik di SMUnya. Dan ia mendapat beasiswa kuliah sampai S2. Setelah hari libur terlewati, kini saatnya adik-adik kelas IX masuk ke SMU. Ariel masih menjadi siswa terbaik di SMU Pramudina, mantan kakak kelas itu sering datang ke SMU Pramudina. Saat ini banyak siswa baru yang mengikuti Masa Orientasi Siswa(MOS) di SMU Pramudina. Tanpa sengaja, Ariel bertemu dengan siswi pindahan dari Yogya. Andhina putri, ia adalah anak seorang guru swasta di sebuah SMP. Awalnya Andhina ingin mengenal Ariel, tapi sifat Ariel sangat dingin dan cuek. “Sebenarnya dia siapa sich, kenapa setiap aku bertemu dengannya dan menatap matanya, aku selalu merasa dekat dengannya. Apa yang terjadi ???”. gumam Andhina. Hatinya selalu ingin dekat dengan Ariel, entah hal apa yang menyebabkan ia merasakan semua itu. Begitu juga dengan Ariel, setiap ia melihat senyuman Andhina pasti ada sosok yang hadir menemani harinya. “Aku sangat merindukanmu Niecha!” desis Ariel lirih.

Hari demi hari telah terlewati, Andhina dan Ariel sudah saling mengenal satu sama lain. “Ya Allah, kenapa muncul sosok seperti Niecha, aku tak pernah tau semuanya akan seperti ini!” ucap Ariel dalam hati. “Ya Allah kenapa ada sosok Arjuna didalam diri Ariel, kenapa semua harus seperti ini. Aku mencintai Ariel!”. Tak pernah ada yang mengira semua ini, Ariel dan Andhina saling mencintai. Sampai saat ini mereka selalu bahagia, dan sampai akhirnya mereka berjanji akan hidup bersama selamanya. “Jangan pernah tinggalkan aku, hidupku tak kan berarti tanpa kamu!” ucap Ariel. Saat itu Andhina tak bisa menjawab, karna ia tak yakin akan keputusan yang kan ia pilih. Orang tuanya memutuskan akan membawa Andhina kembali ke Yogya, tapi Andhina sangat berat meninggalkan Bandung dan semua kenangan disana. “Apa yang harus aku lakukan jika suatu saat nanti orang tuaku tiba-tiba membawaku kembali ke Yogya?”. “Tetaplah disini bersamaku, aku tak kan sanggup hidup tanpa kamu!”. Andhina terdiam di pelukan Ariel, keheningan menyelimuti keadaan mereka berdua. Tanpa sadar air mata menetes dari mata Andhina, dengan halus Ariel mengusap air mata Andhina.

Suatu hari, Ariel bermimpi tentang Andhina dan Niecha berada di satu tempat dan dalam keadaan bahagia. Dalam mimpinya, Andhina dan Niecha sangat akbrab dan kelihatannya mereka begitu dekat. Ariel menghampiri mereka, kemudian ia duduk di dekat Niecha dan entah mengapa tiba-tiba Niecha berpindah tempat. Ariel berada di antara Niecha dan Andhina, begitu banyak percakapan yang mereka bicarakan. Tapi setelah beberapa lama, tubuh Niecha bersatu dalam tubuh Andhina. Dan akhirnya Ariel terbangun dari mimpinya, “Apa maksud dari semua ini?” Tanya Ariel dalam hati. Esok harinya, Ariel menceritakan mimpinya kepada Andhina dan mereka saling bertanya apa arti dari mimpi itu. “Mimpi itu aneh sekali, baru pertama aku bermimpi seperti itu!”, “Mungkin mimpi itu datang karna kamu masih cinta sama dia, aku tahu kalau kamu tak kan pernah bisa melupakan dia sampai kapanpun juga!”. “Dia memang belahan jiwaku dan saat ini aku masih mencintai dia, tapi aku berharap kamu bisa menggeser posisinya di jiwaku. Aku mencintai kamu dengan sepenuh hatiku, aku tak pernah bilang kalau aku mencintai kamu setengah hatiku. Jangan ragukan cintaku!”. Suasana pun menjadi hening, tak ada yang mau berbicara.

Andhina dan Ariel selalu bersama, walau pun akhir-akhir ini mereka sering bertengkar karena cinta Ariel pada Niecha dan Andhina. Saat tiba waktunya Andhina kembali ke Yogya, Ariel begitu berat untuk melepas kepergian Andhina. “Jangan pergi, aku takut kehilangan kamu dan cintamu!” “Aku tak bisa tetap tinggal disini, karna aku harus ikut orang tuaku!”. “Tapi aku tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya, aku tak mau kehilangan kamu seperti aku kehilangan Niecha!”. “Tapi aku bukan Niecha, aku Andhina dan aku tak seperti dia!”. “Aku tau, tapi cintamu mampu menandingi cinta Niecha, dan tak akan ada cinta lain yang bisa menggantikanmu!”.” Relakan aku Ariel, aku akan tetap pergi dari Bandung. Tapi cintaku akan selalu ada untuk kamu, Selamat tinggal!”. Andhina pun pergi meninggalkan Ariel, dalam keadaan sendiri dan sedih. Cinta mereka telah terpisah jauh, tapi takk kan pernah hilang selamanya. . . .

Cerpen




Namaku Febri, aku berumur 13 tahun. Aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Dwi. Aku kenal dia sejak SD. Dwi orangnya baik, asik dan enak diajak curhat. Tapi kadang-kadang dia orangnya suka jail. Dia sudah tidak mempunyai Ibu lagi, jadi dia menganggap Ibuku sebagai Ibunya juga.
Jam menunjukan pukul 7.00. Hari itu sangat cerah, aku berjalan menuju sekolah sendirian tanpa ditemani sahabatku, Dwi. Aku tak tau kenapa belakangan ini dia selalu jaga jarak kepadaku. Setiap aku mendekati dia untuk menanyakan sesuatu hal, tetapi dia hanya menatapku dengan tatapan kosong lalu beranjak dari hadapanku.
Satu minggu berlalu. Hari ini hari ulang tahunku. Sama seperti biasanya, dia masih tidak mau berbicara ataupun bertemu denganku lagi. Aku kira dia ingat dengan hari ulang tahunku. Aku sangat kecewa saat itu. Bel kelas berbunyi, aku pun memasuki kelas sendirian dengan wajah cemberut. Aku tidak berkonsentrasi saat jam pelajaran, dikarenakan aku masih memikirkan tentang kelakuan sahabatku Dwi. Aku hanya melamun sepanjang jam pelajaran. Sampai-sampai salah satu guru yang mengajar di kelas menegurku untuk tidak melamun saat jam pelajaran. Aku hanya mengangguk dan mencoba untuk berkonsentrasi ke materi pelajaran.
Bel istirahat berbunyi. Saat itu hujan deras dan semua teman-temanku sudah meninggalkan sekolah. Kebanyakan dari mereka dijemput oleh orangtua masing-masing dan ada juga yang berjalan kaki dengan nekat menerobos hujan. Aku menunggu jemputan di depan ruang kelas, kebetulan ruang kelasku tepat di depan pagar sekolah. Aku ditemani oleh satpam sekolah yang bernama Pak Ahmad. Di tengah turunnya hujan aku dan Pak Ahmad hanya berbincang-bincang seputar murid-murid yang nakal dan pelajaran sekolah. Jujur, Pak Ahmad orangnya asyik di ajak berbicara, walaupun dia orangnya agak kelihatan sedikit sangar.
Tak lama kemudian, datanglah seorang pria berkumis yang menaiki sebuah mobil mewah. “Sepertinya aku mengenal orang itu”, gumamku dalam hati. Dia menghampiriku dan tersenyum. “Benarkah kau yang bernama Febri?”, ucap pria berkumis itu. “Iya benar, ada apa Pak?”, jawabku. “Bisakah nak Febri ikut bersama Bapak ke rumah sakit? Ada yang merindukanmu di sana”, “Rumah sakit Pak? Siapa yang sakit?”, tanyaku dengan ekspresi wajah tegang. “Kamu ikut saja dengan bapak” jawab Pria itu. “Baiklah Pak”. Aku dan Pria berkumis itu berjalan ke arah mobil dan dengan segera berangkat ke rumah sakit. Dan meninggalkan Pak satpam sendirian. Di tengah perjalanan kami tidak berbicara sepatah kata pun. Saat itu aku sangat gelisah, dan tidak tau harus berbuat apa-apa. Aku hanya diam dan berusaha tenang.
30 menit kemudian sampailah kita di Rumah sakit, nama rumah sakit itu RS Sanglah. Aku mengikuti Pria berkumis itu ke salah satu ruangan di Rumah Sakit. Betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang berbaring lemah di atas tempat tidur dengan jarum infuse yang tertanam di punggung tangan mungilnya. “Dwii…!!!”, aku berteriak sangat keras. Lalu aku menghampirinya dan menggenggam tangan kirinya dengan erat. “Dwi kau kenapa? Kau sakit apa? Kenapa kau tidak pernah memberitahuku?” ucapku tergesa-gesa. Dwi hanya tersenyum dan tidak mengatakan sepatah kata apapun. Aku semakin panik dan bingung. Di tengah-tengah kepanikanku, tiba-tiba ada 5 orang dokter dan 2 orang perawat yang memasuki ruangan ini. “Maaf bapak dan adik harus menunggu di luar, karena kami akan melakukan beberapa tahap-tahap pemeriksaan” ucap salah satu dokter. Aku dan pria berkumis itu hanya mengangguk dan menuruti perkataan salah satu dokter.
Saat kami berjalan menuju luar, aku sempat menatap wajah Pria berkumis itu, tampaknya dia sangat gelisah dan sedih. Aku mulai bertanya kepada Pria berkumis itu, “Maaf Pak saya mau bertanya, sebenarnya Bapak itu siapa?”, ucapku. “owh iya Bapak belum memperkenalkan diri bapak. Nama Bapak pak Agus, saya adalah Bapaknya Dwi”. Aku hanya diam dan menatap Bapak itu beberapa detik lalu kembali menunduk. “Jadi sebenarnya apa yang terjadi pada Dwi Pak?”, tanyaku dengan wajah penasaran. “Jadi begini, Dwi itu sejak 3 tahun yang lalu mengidap penyakit kanker darah (Leukimia) yang memang tidak bisa disembuhkan dalam waktu singkat. Dan itu pun harus mengikuti serangkaian proses Kemoterapi. Dokter sempat memvonis 1 minggu yang lalu, kalau dwi hanya dapat bertahan hidup selama 10 hari saja. Karena sel kanker tersebut sudah menggerogoti badan dwi”. Aku tidak bisa berkata apa-apa aku hanya menundukkan kepala dan menangis sejadi-jadinya.
Saat itu dokter keluar dari ruangan Dwi. Wajah dokter itu tampak lesu dan sepertinya penuh kekecewaan. Pak Agus segera menghampiri dokter itu dan ia menanyakan sesuatu hal, “Bagaimana keadaan anak saya dok?”. Dokter tidak merespon pertanyaan Pak Agus ia hanya menunduk dan diam. “Dokter sebenarnya apa yang terjadi dengan Dwi dok?” ucapku sambil menangis di hadapak dokter. “Maaf kita sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan berkata lain”. Tanpa berfikir panjang aku langsung berlari menuju ruangan itu dan benar saja dugaanku, Dwi sudah meninggalkanku untuk selama-lamanya”. Saat itu juga aku menangis sangat keras dan teriak-teriak memanggil nama Dwi. Percuma saja Dwi hanya tertidur dan tidak mungkin bangun kembali. Saat itu juga Pak Agus menghampiriku dan menangis tetapi dia kelihatan lebih tegar dari ada aku. Ia memberikanku sebuah surat, lalu ia menjelaskan bahwa surat ini dari Dwi. aku sesegera mungkin membuka amplop dan membaca isi surat itu dengan perlahan. Isi surat itu:
“AKU SANGAT SENANG BISA BERKENALAN DENGAN DIRIMU”
Begitu membaca 7 kata yang ada di dalam surat itu, aku langsung memeluk tubuh sahabat terbaikku yang sudah tidak bernyawa.
Keesokan harinya adalah hari pemakaman Dwi. aku menghadiri pemakaman tersebut bersama seluruh keluargaku. Setelah selesai pemakaman, setiap minggu aku selalu datang ke makam dwi untuk mendo’akannya. Semoga tenang di alam sana Dwi, walaupun kita beda kehidupan tapi aku yakin kau selalu ada di hati kecilku.

Cara Merawat Tubuh Secara Alami



Cara Memutihkan Kulit Tubuh
Pertama, pastikan untuk membersihkan kulit secara menyeluruh minimal dua kali sehari dengan menggunakan kain lembut dan sabun. Basuh kulit menggunakan sabun dan mengelapnya dengan kain lembut sehingga kulit bersih dari sabun. Intinya, kain lembut membantu pengelupasan sel-sel kulit mati yang terdapat pada tubuh kita.
Anda juga bisa menggunakan buah tomat dan air jeruk nipis di kulit setiap pagi sebelum mencuci muka secara teratur, caranya sebagai berikut :
  1. Blender sepotong tomat dengan segelas air jeruk nipis.
  2. Lalu, oleskan lapisan masker ini tipis-tipis pada kulit dan biarkan selama 10 sampai 15 menit.
  3. Jika masker sisa, Anda bisa menyimpan dalam tempat kecil yang tertutup rapat selama seminggu untuk bisa digunakan kembali, usahakan masuk kulkas.
Kedua, bersihkan masker  menggunakan air dingin dan sabun serta kain lap. Ketahuilah bahwa jeruk nipis merupakan asam alami, terkadang terasa menyengat di kulit anda atau timbul rasa perih dan itu merupakan gejala awal pemakaian dan normal. Bila anda menggunakan secara teratur, maka kulit akan terbiasa dan tidak menimbulkan sensasi perih sebelum menggunakan jeruk nipis tersebut.
Ketiga, sebelum tidur, jangan lupa memakai lemon dan masker madu. Campuran satu sendok teh madu dengan satu sendok teh air lemon sesuai takaran. Lalu, oleskan ke kulit anda dan biarkan selama kurang lebih 10-15 menit. Sesudah itu, basuh menggunakan air hangat. Madu memiliki kasiat untuk melembabkan kulit sedangkan lemon berguna buat memutihkan kulit dan melepaskan sel kulit mati.
Keempat, Gunakan gel atau lendir lidah buaya organik 2 kali dalam sehari (pagi dan malam) setelah membersihkan kulit. Lidah buaya berfungsi sebagai melembabkan kulit, menyembuhkan luka atau iritasi pada kulit, dan mencerahkan kulit karena kaya akan vitamin yang di kandungnya.
Kelima, Pelepasan lapisan bagian kulit menggunakan minyak Zaitun dan gula pasir. Campur 1 sendok makan gula pasir dan 1 sendok makan minya zaitun, buatlah seperti cream. Gunakan jari untuk menggosokkan ke kulit dengan gerakan memutar. Hati-hati kulit di sekitar mata, jangan sampai pasta terkena mata karena jika terkena mata maka terasa perih. Cara ini akan menghilangkan sel-sel kulit mati di lapisan permukaan kulit dan mendorong pertumbuhan kulit baru, serta membuat kulit terlihat segar.
Keenam, Lemon jus dan putih telur dapat digunakan untuk membuat krim pemutih kulit secara alami di rumah, caranya sebagai berikut :
  1. Ambilah putih telur dan jus lemon dengan takaran yang sama.
  2. Campurkan kedua bahan tersebut dan panaskan di wajan kecil.
  3. Tunggu sampai campuran berubah menjadi semi-padat.
  4. Kemudian keluarkan krim tersebut dari wajan dan simpan di dalam toples.
  5. Masukan ke kulkas sampai dingin.
  6. Oleskan krim tersebut pada kulit di tubuh/badan Anda dan tunggu sampai 15 menit sebelum dibilas.
Catatan : Cara di atas sangat efektif dan efisien untuk menghilangkan flek hitam dari sinar matahari. Gunakan krim ini setiap hari sampai Anda mendapatkan warna kulit putih bersih yang anda inginkan.
Cara Memutihkan Kulit Wajah
Pertama :  Memutihkan wajah dengan Bengkoang
Anda bisa memanfaatkan masker dan lulur dari bengkoang untuk menghaluskan dan memurihkan kulit anda. Karena bengkoang terdapat kalsium alami dan memiliki vitamin, yang dapat membuat kulit anda lebih sehat, putih, bersih dan segar.
Kedua :  Memutihkan wajah dengan Jeruk Nipis Secara Alami
Selain dapat dijadikan sebagai minuman atau penyedap makanan, jeruk nipis juga bisa anda manfaatkan untuk membantu memutihkan kulit dengan cara mengusapkan potongan jeruk nipis pada bagian tubuh yang ingin kulitnya tampak putih, seperti pada wajah dan tentunya yang memiliki bekas jerawat.
Ketiga : Memutihkan wajah dengan buah pisang dan madu
Ambil satu buah pisang ambon, kupas kemudian hancurkan sampai halus. Tambahkan madu satu sendok teh lalu aduk rata. Oleskan pada seluruh bagian wajah termasuk leher dan diamkan selama 15 menit dan setelah itu anda bersihkan dengan air dingin. Hal ini sama saja dengan istilah membuat masker wajah dengan buah pisang dan madu. Lakukan hal ini rutin sekali dalam sehari dan menghasilkan kulit wajah akan terlihat lebih putih dan halus.
Keempat : Memutihkan wajah dengan buah Alpukat
Buah Alpukat mengandung mineral, vitamin dan minyak yang bisa membantu anda untuk memutihkan dan memperkencang kulit. Anda bisa memanfaatkan bagian dalam kulit alpukat yang mampu melindungi kelembaban pada kulit. oles dan gosok dengan lembut pada bagian wajah yang ingin tampak lebih putih, dan bersihkan dengan air sesudah 10 menit.